RSUD Teluk Kuantan Menuju Digitalisasi, Wujudkan Pelayanan Prima Berorientasi Kenyamanan Pasien
Siberriau-Kuansing- RSUD Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau berupaya untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. Maka RSUD Teluk Kuantan telah menggunakan sistem Elektronik Booth.
Sistem Elektronik Booth yang digunakan RSUD Teluk Kuantan mengacu pada penggunaan teknologi digital. Tujuannya untuk menyederhanakan dan mengoptimalkan berbagai proses di rumah sakit, seperti Rekam Medis Elektronik (RME), Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan berbagai aplikasi pendukung lainnya.
Sedangkan komponen Sistem Elektronik Booth Rumah Sakit, antara lain, yakni:
1. Rekam Medis Elektronik (RME) yang dapat menggantikan rekam medis manual dengan format digital, memungkinkan akses cepat dan mudah ke informasi pasien oleh tenaga kesehatan yang berwenang.
2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) ini mengelola berbagai aspek operasional rumah sakit, termasuk pendaftaran pasien, penjadwalan, penagihan, inventaris, dan pelaporan.
"Dengan menggunakan sistem SIMRS, maka berbagai aplikasi akan dapat terintegrasi, seperti aplikasi untuk manajemen antrian, pemesanan kamar, telekonsultasi, dan lainnya," kata Direktur RSUD Teluk Kuantan, dr. Benni Antomi belum lama ini di Teluk Kuantan sambil lanjut menjelaskan yang lainnya.
3. Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk menandatangani dokumen medis secara digital, memastikan keabsahan dan keamanan data.
Sistem Elektronik Booth Rumah Sakit dapat terintegrasi dengan sistem lain, seperti SATU SEHAT (Kementerian Kesehatan) dan BPJS Kesehatan, untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses informasi.
Sedangkan manfaat Sistem Elektronik Booth adalah untuk Peningkatan, Efisiensi: Mempercepat proses administrasi, mengurangi waktu tunggu pasien, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Peningkatan Akurasi: Mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan keakuratan data, dan memastikan keputusan medis yang tepat.
Peningkatan Kualitas Layanan: Memungkinkan akses informasi yang lebih cepat dan mudah, meningkatkan koordinasi antar tenaga kesehatan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien.
Penghematan Biaya: Mengurangi biaya pencetakan, penyimpanan, dan pengelolaan dokumen fisik.
Kepatuhan Regulasi: Memudahkan rumah sakit dalam memenuhi regulasi kesehatan yang berlaku.
Menurut Benni, pihaknya akan menambah peralatan di tempat pendaftaran karena telah melakukan sistem digitalisasi. "Sistem antrean selama ini dilakukan, harus dialihkan ke sistem digitalisasi," katanya.
Untuk proses digitalisasi rumah sakit, bukan hanya sekadar antrian saja. Jadi yang pertama dilakukan di RSUD Teluk Kuantan adalah melakukan perubahan ke sistem digitalisasi.
Dalam pelayanan di rumah sakit itu, ada dinamakan sistem informasi manajemen rumah sakit.
"Jadi tim di RSUD itu mengcover mulai dari pasien didaftarkan sampai bagian dipulangkan, baik itu di poliklinik dirawat hingga di IGD dan di semua tempat rumah sakit yang melakukan pelayanan sistem informasi manajemen," tambahnya.
Begitu juga dengan sistem informasi kepegawaian, akan melakukan spesialisasi dalam pelayanan, baik dalam administrasi keuangan.
"Kita sekarang sudah mendapatkan pengetahuan, kita gunakan IPB elektronik badan layanan budaya sistem pengelolaan keuangan itu hampir sama dengan SIPD terus untuk selanjutnya dalam pengembangan layanan rawat jalan dan rawat inap, dilakukan berbasis kebutuhan masyarakat," kata Benni lagi.
Untuk rawat jalan dan rawat inap, dengan fasilitas umumnya yang digunakan adalah fasilitas pelayanan kesehatan. Harus diperbaiki mulai dari Alat kesehatan (Alkes) agar orang nyaman.
Namun, semua itu, tentu harus sesuai dengan kondisi keuangannya kalau keuangannya kuat untuk memperbaikinya, dalam waktu singkat akan tercapai.

Sementara dalam jangka panjang, upaya-upaya apa yang harus dilakukan di RSUD Teluk Kuantan, adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dokter spesialis.
"Kalau SDM kita sudah meningkat, sudah barang tentu akan ada layanan-layanan baru kalau dahulu tidak ada layanan-layanan baru karena masih kekurangan dokter spesialis," tambahnya.
Dokter bedah kita tambah jumlahnya begitu juga dokter paru-paru yang sudah ada tiga orang dokter spesialis.
Sesuai dengan program Bupati Kuansing H Suhardiman Amby, RSUD Teluk Kuantan saat ini para tenaga dokter sedang menjalani pendidikan untuk meraih gelar sebagai dokter spesialis di universitas unggulan di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), sebanyak empat (4) orang.
Sekarang ini sedang diberangkatkan satu orang dokter spesialis yang sedang belajar tentang penanganan tumor atau bedah tumor, seperti tumor ganas, dan tumor lainnya.
"Dia mau kasih tau, apakah tumor ganas atau bukan kalau dia ganas nanti kalau udah balik nanti kemo, tetapi itu fotografi nah itu sudah jalan," katanya lagi.
Selain itu, juga beberapa tenaga dokter juga sedang melaksanakan pendidikan, baik sebagai tenaga dokter penyakit dalam, dokter anak.
Untuk Dokter anak akan dikhususkan untuk penanganan IQ anak dan IQ bayi. Direncanakan dalam beberapa waktu mendatang, di RSUD ini akan ditambah fasilitas seperti ada ruangan ICU bayi dan ruangan untuk melayani bayi.
"Jadi nantinya akan ada ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan ruang rawat inap biasa untuk bayi, berupa ruang gabung ibu dan bayi atau ruang khusus bayi dengan fasilitas yang memadai.
NICU adalah ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang membutuhkan pengawasan ketat dan perawatan khusus karena kondisi kesehatan tertentu, seperti karena lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau masalah pernapasan.
Kemudian, akan ditambah lagi fasilitas di ruangan cuci darah karena saat ini baru ada lima mesin, dan saat ini lagi proses izin operasionalnya.
"Kalau di RSUD ini nantinya sudah lengkap tentu pasien yang hendak melakukan cuci darah tidak perlu lagi ke rumah sakit di Pekanbaru, Dharmasraya maupun rumah sakit lainnya," katanya.
"Begitu juga mengenai bangunan banyak yang kurang baik, nantinya akan dilakukan renovasi (perbaikan), dan juga akan dilakukan penambahan fasilitas unggulan seperti ruang ICU, NICU, PICU, dan IGD modern," tuturnya. (Advertorial RSUD Teluk Kuantan/Zar)
- Wabub Rohul Hadiri Silaturahmi Suku Maih Muniliang
- Wabub Syafaruddin Poti Buka Musancab PDIP Rohul
- Kampar Junior FA Wakili Riau di Piala Garuda Anak Indonesia di Lampung Seri Nasional
- Wabup Sebut Pihaknya Sudah Lalukan Berbagai Langkah dan Upaya Agar Segera Diperbaiki
- Aparat Berjibaku Cari Korban Tenggelam di Pulau Kosiok Sungai Kampar
- Buruh Asal Jabar Terseret Arus Hingga Tenggelam di Pulau Kosiok
- 7 Rumah di Bagan Hulu Rohil Hangus Terbakar

