Wabub Siak Buka Penilaian Mandiri Kabupaten Pangan Aman Dukung Kebijakan Nasional
Siak, Siberriau– Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, membuka kegiatan Advokasi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman dan Pengendalian Resistansi Antimikroba (AMR) bersama Kepala Balai BPOM Pekanbaru, Alex Sander di Zamrud Room, Kompleks Abdi Praja, Rabu (13/8/2025).
Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan pemerintah daerah serta pelaku usaha pangan dalam menjaga keamanan pangan, sekaligus membantu daerah melakukan penilaian mandiri, bersaing di tingkat nasional, dan memastikan keamanan pangan dari hulu hingga hilir.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyambut baik kunjungan BPOM Pekanbaru dan menekankan pentingnya penilaian mandiri pangan aman bagi keberhasilan Pemkab Siak.
Menurutnya penilaian ini sangat penting, berhasil atau tidak Bupati dan Wakil Bupati terhadap penilaian pangan aman dan obat bergantung pada penilaian yang nanti dilakukan.
"Kami harap kehadiran bapak di Siak ini membawa manfaat besar bagi Kabupaten Siak sekaligus mendukung pencapaian tujuan nasional,” ujarnya.
Syamsurizal menambahkan, Pemkab Siak terus menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Termasuk dari sektor pangan, produksi air mineral khas Kabupaten Siak.
“Tadi kami berdiskusi dengan Kepala Balai BPOM bagaimana Siak bisa memproduksi air mineral sendiri. Ke depan, kami akan berupaya agar Siak memiliki air mineral asli sebagai salah satu potensi PAD sekaligus menjaga kualitas pangan yang aman,” ungkapnya.
Kepala BPOM Pekanbaru, Alek Sander, menyoroti data Indonesia yang menghadapi 10–22 juta kasus diare akibat pangan tercemar setiap tahun, dengan beban ekonomi mencapai 64,8–226,3 triliun rupiah.
Menurut Alek, keamanan pangan berkontribusi pada kebijakan pemerintah maupun isu global, termasuk penurunan stunting, SDGs, program makan bergizi gratis hingga Indonesia Emas 2045.
Menurut Alex, tujuan utama program Kabupaten/Kota Pangan Aman, yakni mempersiapkan dokumen pengawasan pangan yang konsisten, melaksanakan kegiatan keamanan pangan secara efektif, menghadirkan inovasi pembangunan terkait pangan, dan memberikan pendampingan.
"Untuk Penilaian kabupaten/kota pangan aman itu meliputi lima aspek, yaitu penerapan NSPK oleh pemda, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan inovasi, dan penerimaan penghargaan," kata dia.
Selain itu, pertemuan juga menyoroti ancaman AMR, kondisi di mana mikroorganisme bertahan terhadap terapi antimikroba sehingga mengurangi keampuhan obat dan memperparah penyebaran penyakit.
“Resistensi antimikroba (AMR) menjadi ancaman bagi masyarakat, BPOM berperan dalam penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, survei, intervensi, dan advokasi," kata dia.
"Jadi kesadaran bersama kita sangat diperlukan untuk mengendalikan AMR dan menjaga pangan tetap aman.” pungkasnya. (Infotorial Kominfo Siak/ Angga/hms/MC Kabupaten Siak)





- Wabub Rohul Hadiri Silaturahmi Suku Maih Muniliang
- Wabub Syafaruddin Poti Buka Musancab PDIP Rohul
- Kampar Junior FA Wakili Riau di Piala Garuda Anak Indonesia di Lampung Seri Nasional
- Wabup Sebut Pihaknya Sudah Lalukan Berbagai Langkah dan Upaya Agar Segera Diperbaiki
- Aparat Berjibaku Cari Korban Tenggelam di Pulau Kosiok Sungai Kampar
- Buruh Asal Jabar Terseret Arus Hingga Tenggelam di Pulau Kosiok
- 7 Rumah di Bagan Hulu Rohil Hangus Terbakar

