Begini Gambaran Anak Putus Sekolah di Kampar
Kampar, Siberriau- Begini gambaran sembilan anak putus sekolah di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Tujuh diantara mereka merupakan anak yatim yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
Berdasarkan interaksi siberriau.com di lingkungan masyarakat sejak beberapa tahun terakhir, anak putus sekolah dalam lingkup sebuah RW bisa lima anak.
Untuk lokasi lain juga demikian, ada empat anak putus sekolah. Mereka dengan umur berbeda dengan jenjang pendidikan yang seharusnya mereka duduki mulai dari SD, SMP dan SMA.
Ironis, mereka tidak tersentuh program pemerintah apa pun bentuknya terhadap anak bangsa. Tujuh diantara mereka merupakan anak yatim.
Empat anak yatim tinggal empat beradik, dengan kakak perempuan yang paling tua diperkirakan kalau duduk sekolah kelas 3 SMA, dia yang mengurusi ketiga adiknya.
Semenjak ayah mereka meninggal, ibu mereka merantau ke Batam bekerja. Tiga adiknya, pertama perempuan diperkirakan kalau sekolah kelas 2 SMP, disusul laki-laki kalau sekolah kelas 1 SMP dan laki-laki lagi kalau sekolah kelas 3 SD.
Kisah pilu ini nyata adanya, mereka tinggal dalam sebuah rumah tipe 36 yang dikotrak ibunya dan mereka berusaha bertahan hidup, sangat jauh dari sentuhan pemerintah terutama pendidikan.
Sementara tiga anak yatim lainnya kakak beradik, satu laki-laki diperkirakan kalau sekolah sudah dibangku SMA, satu laki-laki diperkirakan kalau sekolah sudah duduk di bangku SMP dan satu laki-laki diperkirakan kalau sekolah duduk dibangku SD.
Dalam pada itu, dua lagi anak putus sekolah lainnya diperkirakan keduanya kalau sekolah duduk bangku SMA.
Interaksi Sosial dengan Teman yang Sekolah
Meskipun mereka putus sekolah, disaat jam anak sekolah lainnya sudah pulang, mereka tetap melakukan interaksi sosial seperti anak sebaya lainnya.
Tidak ada gap diantara mereka, bercengkerama, bergurau, main bareng sampai menjalani suka duka bersama.
Diantaranya jika hari Jumat, mereka yang sekolah dengan yang putus sekolah pergi bersama-sama salat Jumat.
Yang mereka tuju adalah masjid yang memberikan bantuan makan gratis. Meski agak jauh lokasinya, mereka kejar ke sana.
Setelah pulang salat, mereka berkumpul di suatu tempat, lalu makan bersama hasil makan gratis yang mereka perjuangkan dapat dengan berebutan usai salat Jumat tadi.
Sungguh interaksi sosial yang diperkirakan akan menimbulkan soliditas tinggi diantara mereka sekarang dan dimasa yang akan datang. (Noprio Sandi)
- Polsek Rokan IV Koto Rohul Ungkap Kasus Narkoba
- Siak Bangun Wadah Aman untuk Hobi Otomotif dan Tekan Balap Liar
- Ini Perusahaan yang Melaksanakannya
- Nakhoda Baru Komisi MUI Kuansing
- PAUD Madinatul Ulum Siak Khatam Al-Qur’an
- Polsek Kunto Darussalam Rohul Cek Perkembangan Jagung
- STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi

