Perpustakaan Kuansing Perkuat Layanan Literasi Modern dan Inklusif

Perpustakaan Kuansing. Foto: Zar.

Kuansing, Siberriau- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dipersip) Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau memiliki gedung bertingkat dan dilengkapi dengan perpustakaan sebagai tempat membaca dan koleksi buku-buku untuk kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Namun, belakangan ini, kurang diminati oleh kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Karena koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan tersebut masih dinilai kurang.

Menanggapi terkait koleksi buku serta minat kunjungan pelajar ke perpustakaan daerah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Shanti Evi Dimeti, berupaya untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

Shanti menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kuansing terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar perpustakaan menjadi ruang belajar yang aksesibel, ramah pelajar, serta relevan dengan kebutuhan zaman. 

"Jadi beragam masukan, terutama terkait ketersediaan koleksi ringan dan menarik bagi pelajar, menjadi pertimbangan penting bagi kami untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi," ujarnya ketika dihubungi Media siberriau.com Jumat (5/12/2025).

Ia memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun langkah strategis melalui kurasi koleksi dan penambahan bahan bacaan ramah pelajar. Buku-buku populer science, pelajaran pendamping, bahan pengayaan, majalah edukatif, komik literasi hingga e-book dan audio book terus ditambah melalui pengadaan reguler maupun kerja sama dengan Perpustakaan Nasional dan pihak swasta. 

"Upaya ini dilakukan agar pelajar memiliki lebih banyak pilihan bacaan yang sesuai kebutuhan mereka," sebutnya.

Selain itu, katanya, penguatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) juga menjadi fokus utama. 

"Perpustakaan kini dikembangkan sebagai ruang kreativitas dan pemberdayaan, melalui berbagai kegiatan seperti kelas menulis, desain grafis, literasi digital, ruang baca ramah anak hingga kegiatan minat baca berbasis komunitas," jelasnya.

"Dengan pola inklusi ini, pelajar tidak hanya membaca, tetapi juga dapat berdiskusi, berkegiatan, dan mengembangkan diri," paparnya.

"Dinas Perpustakaan Kuansing juga mempercepat digitalisasi layanan, mulai dari penyediaan ratusan e-book melalui layanan e-Perpustakaan, pemanfaatan aplikasi iPusnas dan Sijari hingga fasilitas wifi gratis dan komputer akses publik. Dengan kemudahan ini, pelajar dapat belajar kapan saja dan di mana saja, tidak lagi terbatas pada buku fisik yang tersedia di rak," tambahnya.

"Sejumlah inovasi lain turut dirintis untuk meningkatkan daya tarik pelajar, seperti program Library Goes to School, Duta Literasi Pelajar, Pojok Baca di ruang publik hingga kompetisi resensi dan review buku," imbuhnya.

"Bahkan, perpustakaan juga berkolaborasi dengan Yayasan PPI, di mana para peserta Pemilihan Putra Putri Edukasi ikut mempromosikan Perpustakaan Daerah Kuantan Singingi," katanya lagi.

"Semua ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang menyenangkan, inspiratif, dan dekat dengan generasi muda," tuturnya.

Dirinya menegaskan komitmen perbaikan berkelanjutan melalui kolaborasi, keterbukaan terhadap masukan, serta monitoring pelayanan secara terus-menerus. Ia berharap seluruh upaya ini memberi manfaat besar bagi kemajuan pendidikan dan peningkatan budaya literasi di Kabupaten Kuantan Singingi. (Zar).

 

TERKAIT