Labkesda Kuansing Hadir dengan Fasilitas Lengkap dan SDM Profesional

Labkesda Kuansing dalam proses pengerjaan. Foto: Zar.

Kuansing, Siberriau- Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau pada tahun anggaran 2025 membangun Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Hingga memasuki minggu ke-17, telah mencapai 87,17%.

"Capaian ini menunjukkan bahwa proses konstruksi berjalan dengan baik dan sesuai rencana yang telah ditetapkan sejak awal," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi, Aswandi, S.KM ketika dihubungi Media siberriau.com di ruang kerjanya, Jumat (3/12/2025) siang.

"Pemerintah daerah berharap percepatan ini dapat terus dipertahankan agar fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.

"Pengerjaan proyek pembangunan Labkesmas dipastikan masih berada dalam koridor waktu yang direncanakan. Kontraktor pelaksana tetap mengikuti tahapan teknis yang telah disusun sehingga progres fisik dan kualitas bangunan berada pada standar yang ditentukan," katanya.

Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan yakin bahwa pembangunan Labkesmas akan rampung tepat waktu dan siap digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kuantan Singingi. "Bangunan Labkesmas dirancang dengan fasilitas yang sangat lengkap," tambahnya.

Di dalamnya terdapat aula rapat, ruang kerja, ruang pimpinan, ruang tata usaha, ruang timbang, serta ruang penerimaan sampel. Selain itu, juga tersedia ruang administrasi, ruang pemeriksaan spesimen klinik dan lingkungan, ruang konsultasi pasien, ruang phlebotomi, dan ruang penerimaan spesimen klinik.

"Fasilitas khusus seperti ruang pemeriksaan spesimen genitalia, patologi klinik, amplikasi, adisi, mixing, ekstraksi, mikrobiologi, mikrobiologi lingkungan, sterilisasi, kimia lingkungan, alat sampling lingkungan, serta ruang manajemen mutu turut melengkapi fungsi laboratorium modern tersebut," paparnya.

Labkesmas nantinya akan melayani pemeriksaan air dengan parameter fisik seperti bau, warna, rasa, kekeruhan, suhu, dan kejernihan. Pemeriksaan juga mencakup parameter biologi seperti Ecoli dan coliform, serta parameter kimia seperti pH. 

"Selain air, laboratorium ini juga mampu melakukan pemeriksaan keamanan makanan sesuai standar kesehatan, mulai dari pemeriksaan higiene sanitasi tempat pengolahan, peralatan masak dan makan hingga kebersihan penjamah makanan," tambahnya.

"Pengujian sampel makanan turut mencakup cemaran fisik, kimia, dan biologi, termasuk deteksi bahan berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna, serta uji mikrobiologi seperti Ecoli, Salmonella, dan Staphylococcus," tuturnya.

Dengan hadirnya fasilitas ini, Labkesda diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan secara lebih komprehensif. Laboratorium akan berperan dalam membantu diagnosis penyakit, memantau efektivitas pengobatan, serta mendeteksi risiko komplikasi sehingga penanganan kesehatan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. 

"Kehadiran laboratorium yang modern juga akan meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan," katanya lagi.

Sedangkan jenis layanan yang akan tersedia di Labkesmas meliputi pemeriksaan hematologi, kimia klinik, dan imunologi. Selain itu, juga mencakup mikrobiologi, biomolekuler, kesehatan lingkungan, toksikologi klinik dan lingkungan, serta pemeriksaan terkait vektor dan binatang pembawa penyakit," jelasnya.

Fasilitas penunjang lainnya juga disiapkan untuk memastikan kualitas layanan yang optimal bagi masyarakat.

Dari sisi SDM, Labkesmas telah menyiapkan tenaga laboratorium yang kompeten, terdiri dari empat orang lulusan D3/D4 ATLM, serta empat orang tenaga dari bidang sanitasi, D4 kesehatan lingkungan, atau S1 terkait. 

"Jadi total tenaga yang akan bertugas di UPTD Labkesda berjumlah 15 orang, termasuk staf, kepala Labkes, KTU, dan satpam," ujarnya lagi.

"Adapun sejumlah alat pendukung laboratorium diperkirakan akan lengkap seluruhnya pada tahun 2026 sehingga layanan dapat berjalan maksimal," tukasnya. (Zar).

 

TERKAIT