Melihat Skil Tingkat Tinggi Pemandu Green Canyon Wisata Gulamo Kampar Riau
Kampar, Siberriau- Melihat skil tingkat tinggi pemandu Green Canyon Wisata Gulamo Kabupaten Kampar Riau, dia harus berjuang agar boat wisatawan bisa memasuki celah batu. Terkadang demi pelayanan, dia terpeleset menginjak batu licin.
Wiki, seorang pemandu Green Canyon Wisata Gulamo belum lama ini di lokasi wisata, mengaku wisatawan jauh berkurang karena pengaruh bencana di Sumatra Barat. "Barangkali orang mengira, kawasan ini juga Sumatra Barat yang mengalami bencana, padahal tidak, di sini insyaallah aman berwisata," katanya memulai pembicaraan dalam perjalan boat menuju Green Canyon Wisata Gulama.
Panjang lebar bercerita, boat yang membawa wisatawan memasuki celah batu. "Ini namannya Green Canyon Wisata Gulamo yang terkenal itu," katanya mengakhiri.
Berakhirnya perbincangan, ternyata Wiki akan ada kerja yang membutuhkan skil. Skil itu, memainkan sebuah pendayung untuk menjaga agar boat bisa lewat celah batu. Betapa tidak, celah batu yang pas-passan ini, bisa membuat boat menabrak tebing batu.
Dari aksinya, Wiki terlihat sudah mahir memainkan sebagai pemandu wisata sekaligus bertugas sebagai navigator aksi untuk boat wisatawan, boat aman dan tidak ada menyentuh tebing batu.
Kata-kata yang keluar dari mulut Wiki, peringatan bagi wisatawan agar memasukkan tangannya ke dalam boat, dan jangan ada yang mengeluarkan tangan. "Tangan dimasukkan ya, tangannya dimasukkan ya," kata Wiki berulang-ulang.
Jika memang wisatawan tidak menghiraukan imbauan Wiki, maka tangannya terancam terjepit diantara boat dan dinding batu karena jaraknya hanya setipis kulit bawang.
Terus menyusuri sungai bercelah batu itu, Wiki berupaya memberikan layanan terbaik bagi wisatawan, dia mulai meletakkan pendayung yang dia gunakan untuk menolak dinding batu menyelamatkan boat.
Dia menggunakan tangan lagi, bergantung dan memegang batu licin sambil mengeluarkan tenaga agar boat terus naik ke bagian hulu sungai sempit itu. Terus dan terus sampai pada bagian yang memang tidak bisa lagi celah batu dilewati boat. "Sampai di sini," katanya.
Tidak cukup sampai di sini, skil yang harus diperlihat Wiki lagi, memanjat dinding batu licin untuk mencari batu menambatkan boat agar tidak hanyut oleh arus.
Disaat itu, wisatawan menyaksikan Wiki terjatuh meski dia sudah memakai sepatu anti slip. Agak lama dia tertegun, tentu ada yang sakit, tetapi dia tetap memberi pelayanan kepada wisatawan dengan menyelamatkan boat agar tetap bisa bertahan tidak terbawa arus.
Tidak lama berselang, Wiki menaiki boat. Sambil memegang bagian kaki yang sakit, Wiki tetap melontarkan senyum kepada wisatawan.
Ketika ditanya apanya yang sakit, Wiki menjawab pada bagian kaki. Dia mengaku terjatuh karena batu yang dia injak licin. "Karena sudah lama tidak diinjak bagian tadi, jadi licin dia," ujar Wiki. (Noprio Sandi).
https://youtube.com/shorts/yrTW0c6dspg?si=FHQqYwir1DTRKGc9
- STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
- Polres Rohul Bongkar Jaringan Narkoba di Bonai dan Kunto
- Bupati Siak Sebut Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
- Pemkab Rohul Gelar Rapat Teknis Pemulangan Jemaah Haji 1447 H/2026 M
- Polsek Tandun Salurkan Bantuan Sosial melalui Program JALUR di Desa Puo Raya
- Ketua Bawaslu Kampar Minta Peserta Jadi Kader Pengawas Partisipatif Pada Pemilu Tahun 2029
- Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar

