Rahmat Pantun, Sosok Pemuda Kreatif di Balik Suksesnya Usaha Badut Joget Selama 3 Tahun

Rahmat Pantun bersama baju badutnya. (Foto: istimewa).

ROKAN HILIR, Siberriau– Nama Muhammad Sarbaini, atau yang akrab disapa Rahmat Pantun, kini makin dikenal luas oleh masyarakat. Tidak hanya konsisten melestarikan budaya melalui karya-karya pantunnya, pemuda berbakat ini juga sukses membuktikan kemandiriannya melalui usaha jasa hiburan "Badut Joget" yang telah ia rintis selama tiga tahun.

Perjalanan Rahmat Pantun dalam membangun usaha ini penuh dengan lika-liku. Di awal merintis, ia harus memulai dari nol tanpa memiliki kostum sendiri.

"Dahulu saya tidak punya baju badut, jadi setiap ada acara saya harus menyewa baju milik orang lain. Alhamdulillah setelah tiga tahun berjalan, sekarang sudah punya lima baju sendiri," ungkap Rahmat Pantun dengan penuh syukur.

Dipercaya mengisi acara cucu mantan bupati Rokan Hilir, kualitas dan profesionalisme Rahmat Pantun dalam menghibur makin diakui. Hal ini terbukti dengan dipercayanya ia untuk tampil di kediaman Nalladia Ayu Rokan, Anggota DPRD Provinsi Riau, di Sintong pada tanggal 12 Februari 2026 mendatang.

Acara tersebut merupakan perayaan ulang tahun anak dari Nalladia, yang juga merupakan cucu pertama dari Afrizal Sintong, mantan Bupati Rokan Hilir.

Dalam momen spesial tersebut, Rahmat Pantun akan menggunakan dua kostum badut baru yang dibeli langsung oleh Nalladia.

"Dua badut baru dibeli langsung oleh Anggota DPRD khusus untuk acara ulang tahun anaknya. Kami yang dipercaya untuk memakai baju baru tersebut dan memberikan penampilan. Sistemnya pinjam pakai dan kami dibayar untuk upah jasanya. Alhamdulillah, ini sangat membantu pendapatan kami," jelasnya.

Kisah Rahmat Pantun menjadi inspirasi bagi pemuda di Rokan Hilir bahwa kreativitas dan kerja keras, mulai dari menyewa kostum hingga memiliki aset sendiri, dapat membuahkan hasil yang manis dan mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh besar di daerah.

Kontak Media: 081261778631 Rahmat Pantun (Muhammad Sarbaini) Owner Badut Joget & Pegiat Pantun Rokan Hilir.

Penulis: Muhammad Sarbaini.