Kekeringan Pengaruhi Hasil Panen Kuansing
Kuansing, Siberriau- Hasil panen padi di hamparan persawahan yang meliputi tiga Desa (Kinali, Aur Duri dan Bukit Kauman) pada musim tanam tahun ini mengalami penurunan dibandingkan panen sebelumnya. Penurunan produksi tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung sejak awal masa penanaman berlangsung.
Musim kemarau yang terjadi saat proses tanam menyebabkan sebagian besar lahan pertanian mengalami kekeringan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman padi yang tidak berkembang secara optimal karena kekurangan pasokan air.
Selain faktor cuaca, keterbatasan sarana pengairan juga menjadi kendala utama yang dihadapi petani. Pompa air yang tersedia saat ini dinilai belum mampu mengairi seluruh hamparan persawahan yang cukup luas di wilayah tersebut.
Akibatnya, sejumlah tanaman mengalami gangguan pertumbuhan dan hasil produksi menurun. Meski demikian, penurunan hasil panen disebut tidak sampai mencapai 50 persen sehingga petani masih dapat mempertahankan sebagian hasil produksi mereka.
"Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan kekurangan air yang selama ini menjadi keluhan masyarakat petani," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan (DTPHKP) Deflides Gusni, SP, M.Si melalui Kabid Ketahanan Pangan Sesrianti, SP., M.Si ketika dihubungi Media Siber Riau.com.
Salah satu langkah yang dilakukan, yakni dengan membangun JIAT atau Jaringan Irigasi Air Tanah di wilayah Kinali dan Bukit Kauman," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan JIAT tersebut diharapkan mampu membantu kebutuhan air pertanian, terutama saat musim kemarau panjang melanda.
"Dengan adanya jaringan irigasi itu, petani diharapkan dapat lebih mudah memperoleh suplai air untuk mengairi sawah mereka," katanya.
Sedangkan terjadinya penurunan produksi pertanian kali ini, ditegaskan bukan disebabkan kurangnya pengawasan petugas di lapangan, melainkan lebih kepada faktor alam yang tidak mendukung serta kondisi irigasi yang belum memadai.
Ke depan, masyarakat berharap pembangunan sarana pengairan terus ditingkatkan agar hasil panen petani kembali maksimal.
"Soalnya pendapatan petani hanya berkisar antara 3 sampai 10 karung, yang biasanya mencapai 15 sampai 30 karung," ujar salah satu petani, Rahmat. (Zar)

- Ketua Bawaslu Kampar Minta Peserta Jadi Kader Pengawas Partisipatif Pada Pemilu Tahun 2029
- Wabup Syafaruddin Poti Beri Warning PKS di Rohul
- Wabup Syamsurizal Perkenalkan Pesona Negeri Istana kepada Komisaris Bank Mandiri
- Diskominfo Rohul Gelar Acara Perpisahan dan Purna Bakti Sekretaris Diskominfo H. Agus Salim
- Fokus Utama Kesiapan Pelayanan Kesehatan Bagi Kafilah
- Pemkab Rohul Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
- Jejak Inspirasi Rohandi dalam Lintas Generasi

