Siswa SMKS Manbaul Ma'arif Pelalawan Tenggelam Saat Mandi Bersama Teman di Segati
Pelalawan, Siberriau– Kabar duka menyelimuti keluarga besar SMKS Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif, Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Seorang siswa kelas XB bernama Sang Mukti Arjuna meninggal dunia akibat tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di tempat pemandian yang berada di Desa Segati, Sabtu (30/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Siberriau.com, korban bersama sejumlah rekannya berangkat dari wilayah KM 10, Dusun II Tambak, Kecamatan Langgam untuk mengisi waktu libur sekolah. Mereka memilih mengunjungi salah satu lokasi pemandian alam di Desa Segati yang cukup dikenal dan sering menjadi tujuan warga untuk beraktivitas di akhir pekan maupun saat hari libur.
Menurut keterangan warga, kondisi sungai di lokasi tersebut pada umumnya tidak terlalu dalam di bagian tepian. Namun, pada bagian tengah terdapat aliran yang lebih deras dibandingkan area lainnya. Kondisi tersebut kerap membuat pengunjung yang kurang memahami karakter sungai mengalami kesulitan ketika berada di tengah aliran.
Saat sedang mandi bersama teman-temannya, korban diduga memasuki area sungai yang memiliki arus lebih kuat. Dalam kondisi tersebut, korban mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam.
Musliadi, Guru SMKS Ponpes Manbaul Ma'arif, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa korban ternyata tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.
"Korban memang tidak pandai berenang," ujarnya.
Mengetahui korban mulai tenggelam, salah seorang teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Teman korban, bahkan berhasil meraih tubuh korban untuk menyelamatkannya. Namun, dalam situasi panik dan derasnya arus sungai, pegangan tersebut akhirnya terlepas sehingga korban kembali tenggelam dan menghilang dari permukaan air.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah korban tidak lagi terlihat, warga dan masyarakat sekitar segera melakukan upaya pencarian. Suasana di lokasi berubah menjadi haru dan penuh kecemasan. Rekan-rekan korban yang sebelumnya mandi bersama hanya dapat menunggu kabar sambil berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga menjelang waktu Magrib. Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh warga yang turut membantu proses pencarian dan penyelamatan. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Wajah korban terlihat membiru dan terlihat darah yang keluar dari bagian hidung.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Kabar meninggalnya Sang Mukti Arjuna dengan cepat menyebar dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, guru, serta seluruh civitas akademika SMKS Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Tempat yang tampak aman sekalipun tetap memiliki risiko apabila tidak disertai kewaspadaan yang cukup. Kemampuan berenang, penggunaan alat keselamatan, serta pengawasan yang memadai menjadi faktor penting saat melakukan aktivitas di sungai maupun perairan terbuka lainnya.
Di sisi lain, tragedi ini juga mengingatkan bahwa ajal merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui oleh siapa pun. Seseorang dapat berangkat dalam keadaan sehat, bercanda bersama sahabat-sahabatnya, namun takdir Allah berkata lain. Karena itu, setiap manusia tidak hanya dituntut untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat, tetapi juga menjaga keselamatan diri sebagai bagian dari ikhtiar yang diajarkan dalam kehidupan.
Keluarga, sahabat, dan para guru mengenang almarhum sebagai sosok pelajar yang masih memiliki banyak cita-cita dan perjalanan hidup yang panjang di hadapannya. Kepergian Sang Mukti Arjuna pada usia muda meninggalkan luka yang mendalam bagi banyak pihak yang mengenalnya.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Liputan: Andi Sisuanto
Kepala Biro Pelalawan Media Siberriau.com
- Ketua Bawaslu Kampar Minta Peserta Jadi Kader Pengawas Partisipatif Pada Pemilu Tahun 2029
- Wabup Syafaruddin Poti Beri Warning PKS di Rohul
- Wabup Syamsurizal Perkenalkan Pesona Negeri Istana kepada Komisaris Bank Mandiri
- Diskominfo Rohul Gelar Acara Perpisahan dan Purna Bakti Sekretaris Diskominfo H. Agus Salim
- Pemkab Rohul Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
- Jejak Inspirasi Rohandi dalam Lintas Generasi
- Perjalanan Tirta Meyrizka Lubis Menjadi Duta Muslimah Preneur Indonesia

