Perempuan yang Bertumbuh untuk Memberi Manfaat,

Perjalanan Tirta Meyrizka Lubis Menjadi Duta Muslimah Preneur Indonesia

Tirta Meyrizka Lubis. (Foto: istimewa).

Jakarta, Siberriau– Bagi sebagian orang, prestasi adalah tentang penghargaan dan pengakuan. Namun, bagi Tirta Meyrizka Lubis, setiap pencapaian adalah amanah untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada sesama. Prinsip itulah yang mengantarkannya meraih gelar Duta Muslimah Preneur Indonesia.
Di balik berbagai penghargaan yang diraih, perjalanan Tirta tidak selalu mudah. Ia memilih jalan yang penuh tantangan: membangun pendidikan, mendampingi masyarakat, mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi, sekaligus berupaya menghadirkan manfaat melalui dakwah dan pemberdayaan perempuan.

"Saya percaya bahwa hidup yang baik bukan hanya tentang apa yang kita capai, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain," ujar Tirta, Senin (1/6/2026), melalui rilis yang diterima.

Semangat untuk memberi manfaat telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak lama. Ketertarikannya pada dunia pendidikan mendorongnya aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat. Dedikasinya mengantarkan Tirta meraih berbagai prestasi, di antaranya sebagai Mahasiswa Berprestasi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2019 dan Duta Pendidikan Indonesia tahun 2022.

Namun bagi Tirta, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir. Ia justru melihatnya sebagai tanggung jawab untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Salah satu wujud kontribusinya adalah melalui RuQun, platform pembelajaran Al-Qur'an digital yang ia dirikan. Berawal dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat yang ingin belajar Al-Qur'an namun terkendala waktu dan akses, Tirta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau.

Melalui RuQun, ribuan santri dari berbagai daerah kini dapat belajar Al-Qur'an secara daring bersama para pengajar yang kompeten. Program tersebut menjadi salah satu upaya Tirta dalam memperluas akses pendidikan Islam di era digital.

"Teknologi seharusnya tidak hanya mendekatkan manusia dengan informasi, tetapi juga mendekatkan manusia dengan ilmu dan nilai-nilai kebaikan," katanya.

Selain aktif dalam dunia pendidikan Al-Qur'an, Tirta juga dikenal sebagai konselor dan mentor yang banyak mendampingi perempuan untuk bertumbuh secara mental, spiritual, dan personal. Baginya, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurut Tirta, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi banyak perempuan saat ini bukanlah kurangnya kemampuan, melainkan keraguan terhadap potensi yang dimiliki.

"Banyak perempuan hebat yang sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa, tetapi mereka belum percaya bahwa dirinya mampu. Saya ingin membantu lebih banyak perempuan menemukan keberanian untuk berkembang dan berkarya," tuturnya.

Pencapaiannya sebagai Duta Muslimah Preneur Indonesia menjadi salah satu pengakuan atas konsistensinya dalam mengembangkan pendidikan, kewirausahaan sosial, dan pemberdayaan perempuan. Namun Tirta menegaskan bahwa gelar tersebut hanyalah bagian kecil dari perjalanan yang masih panjang.

Baginya, keberhasilan bukan tentang menjadi yang paling dikenal, melainkan tentang tetap memberikan manfaat meskipun dalam ruang yang sederhana.
"Ketika kita hidup untuk memberi manfaat, maka setiap langkah memiliki makna. Saya ingin terus belajar, terus bertumbuh, dan terus berkontribusi selama Allah masih memberikan kesempatan," ungkapnya.

Di tengah kesibukannya sebagai founder, konselor, pembicara, dan mahasiswa psikologi, Tirta tetap memegang prinsip bahwa pertumbuhan diri harus berjalan seiring dengan kontribusi sosial. Ia percaya bahwa ilmu dan pengalaman yang dimiliki akan lebih bernilai ketika digunakan untuk membantu orang lain berkembang.

Ke depan, Tirta bercita-cita membangun ekosistem pendidikan Islam yang makin luas dan inklusif sehingga lebih banyak masyarakat dapat mengakses pembelajaran yang berkualitas. Ia juga berharap dapat terus menjadi bagian dari gerakan yang mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh, berdaya, dan berkontribusi bagi bangsa.

Perjalanan Tirta Meyrizka Lubis menunjukkan bahwa prestasi sejati bukan hanya tentang penghargaan yang diterima, tetapi tentang keberanian untuk terus bertumbuh dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Dari ruang belajar, ruang konseling hingga dunia dakwah digital, ia membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi sumber kebaikan yang menginspirasi banyak orang. (Rilis).

TERKAIT