UMKM Naik Kelas,

Kukerta UNRI 2026 Melakukan Pelatihan QRIS Menjadi Gerbang Menuju Bisnis Digital yang Lebih Maju

Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Tahun 2026 melaksanakan program pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan. (Foto: istimewa).

Pelalawan, Siberriau- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan sekaligus penerapan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai upaya mendorong transformasi digital di tingkat desa.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Muda Setia, Moehammad Arrafiq, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

"Kami berupaya mendampingi para pelaku UMKM agar makin siap memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Harapannya, pelaku usaha dapat mengikuti perkembangan transaksi yang kini makin praktis dan modern," ujar Arrafiq.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memperoleh respons yang sangat positif dari masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Menurutnya, penerapan teknologi digital tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga dapat meningkatkan citra usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

"Para pelaku UMKM menyambut baik program ini. Mereka merasa pendampingan yang diberikan sangat membantu dalam mengembangkan usaha sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan digitalisasi," tambahnya.

Dalam proses pendampingan, mahasiswa memberikan bimbingan secara langsung mulai dari membantu melengkapi data dan informasi usaha, memberikan penjelasan mengenai prosedur pendaftaran QRIS hingga mengedukasi pelaku usaha tentang manfaat penggunaan sistem pembayaran non-tunai. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada pelanggan.

"Sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah familier dengan pembayaran digital melalui dompet elektronik, tetapi masih belum memahami cara memperoleh dan mengaktifkan QRIS. Karena itu, kami memberikan pendampingan agar mereka dapat segera memanfaatkannya," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa QRIS menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari proses transaksi yang lebih cepat, keamanan yang lebih terjamin hingga efisiensi dalam melakukan pembayaran tanpa menggunakan uang tunai.

Sementara itu, Kepala Desa Muda Setia, Muslim, S.E., memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa Kukerta UNRI yang telah menghadirkan program pendampingan digitalisasi UMKM di desanya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan usaha serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan makin banyak pelaku UMKM di Desa Muda Setia yang memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Penerapan QRIS diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, memperkenalkan produk-produk unggulan desa kepada masyarakat yang lebih luas, serta memperkuat daya saing UMKM lokal di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Adapun sejumlah UMKM yang telah mendapatkan pendampingan antara lain UMKM Rumah Makan Paris Indah, UMKM Izzihar Laundry, UMKM Es Teh Kak Tari, serta UMKM Pangkalan Elpigi 

Pada proses pendampingan pembuatan QRIS ini dilakukan oleh beberapa perwakilan mahasiswa yang terdiri dari sepuluh mahasiswa yang melaksanakan Kukerta UNRI Berdampak 2026 di Muda Setia yang dibimbing dosen pembimbing lapangan, yaitu Maharani M.Ak. Mereka adalah, Moehammad Arrafiq, Teguh Ilham, Muhammad Ridwan, Ivan Putra Sucipto, Aulia Dwi Andini, Agnes Junita, Nadya Yuliawati, Fadilla Ardanalia, Fathia Zahwa Marfy dan Safira Sonia Efendi. (Rilis).

 

TERKAIT